Kenapa mesti aku harus seperti ini kau baru sadar??
Kenapa aku harus jengah dan muak dengan semua ini kau baru memohon??
Kenapa tidak saat aku dengan sabar mengahadapimu, kau berubah jadi lebih baik??
Sekarang semuanya sudah terlambat, aku sudah terlanjur membenci mu..
Kenapa kamu ga nyadar sebelum semuanya terlambat??
Aku malah merasa lebih baik saat ini, saat ga da lagi yang mesti aku tunggu..
Aku ga perlu lagi dengar omelanmu dan merasa sakit hati saat tlp ku ditutup seenaknya olehmu..
Aku ga perlu terluka dengan semua caramu mengabaikanku..
Aku ga perlu lagi menjelaskan apa pun karena ketidakpercayaanmu itu..
Aku benar-benar muak dengan semua kekasaran dan ketidaknyamanan yg kau sebabkan..
Aku tidak akan kembali seperti dulu, karna itu hanya akan membuatmu melukai prasaanku lagi..
Karena kau memang tak pantas mendapatkan semuanya..
Kamis, 12 Maret 2009
Jumat, 06 Maret 2009
Terlalu lama terlupa..
Wah uda lama banget ga nulis disini..
Begitu byk hal yang bikin blog ku ini sedikit terlupa..
Begitu byk hal yang menguras energi dan pikiran dalam beberapa bulan terakhir..
Karena beberapa rencana yg ingin dicapai tahun ini membutuhkan energi dan perhatian yang cukup extra..
Sesungguhnya banyak hal yang ingin diungkap, tapi entah mengapa semua terasa sulit..
Saat ini aku kembali menikmati masa-masa kesendirianku..
Tapi kantor dan konflik-konflik dalam kehidupanku tentu masih saja menjadi riak-riak yang mengagungkan..
Dan kini aku merasa ada musuh..
Teman yang ingin menjadi musuhku..
Tapi sesungguhnya musuh terbesar adalah musuh yang ada didalam diriku sendiri..
Memang sulit untuk bisa mengendalikan diri ini jika tak ada tuntunan..
Kadang kita menyesali apa yang pernah kita lakukan..
Tapi aku akan slalu mencoba untuk berusaha mengendalikannya menjadi lebih baik lagi..
Dan semoga saja ini bisa..
Sehingga tak ada lagi penyesalan-penyesalan yang tidak penting itu..
Dan menjadi yang terlupakan bukanlah hal buruk slama itu tidak membuatmu berdarah-darah..
Anggap saja semua ini jadi cambuk dan kau akan bangun jadi orang yang lebih kuat dari sebelumnya..
Aku percaya itu..
Begitu byk hal yang bikin blog ku ini sedikit terlupa..
Begitu byk hal yang menguras energi dan pikiran dalam beberapa bulan terakhir..
Karena beberapa rencana yg ingin dicapai tahun ini membutuhkan energi dan perhatian yang cukup extra..
Sesungguhnya banyak hal yang ingin diungkap, tapi entah mengapa semua terasa sulit..
Saat ini aku kembali menikmati masa-masa kesendirianku..
Tapi kantor dan konflik-konflik dalam kehidupanku tentu masih saja menjadi riak-riak yang mengagungkan..
Dan kini aku merasa ada musuh..
Teman yang ingin menjadi musuhku..
Tapi sesungguhnya musuh terbesar adalah musuh yang ada didalam diriku sendiri..
Memang sulit untuk bisa mengendalikan diri ini jika tak ada tuntunan..
Kadang kita menyesali apa yang pernah kita lakukan..
Tapi aku akan slalu mencoba untuk berusaha mengendalikannya menjadi lebih baik lagi..
Dan semoga saja ini bisa..
Sehingga tak ada lagi penyesalan-penyesalan yang tidak penting itu..
Dan menjadi yang terlupakan bukanlah hal buruk slama itu tidak membuatmu berdarah-darah..
Anggap saja semua ini jadi cambuk dan kau akan bangun jadi orang yang lebih kuat dari sebelumnya..
Aku percaya itu..
Jumat, 06 Februari 2009
Jadi diri sendiri..
Inginnya selalu dapat menjadi diri sendiri di atas dunia ini..
Tapi tidak semua tempat didunia ini dapat menerima kita apa adanya..
Akhirnya kita pun mengalah, membatasi diri untuk dapat diterima oleh yang lain..
Melakukan hal yang mungkin tidak kita sukai..
Mengikuti setiap pembicaraan yang tidak semua kita mengerti..
Dan selalu berusaha untuk tampil sempurna..
Dan pada satu waktu, tiba saatnya untuk berkata cukup..
Cukup untuk semua hari dan waktu yang tidak pernah memihak..
Cukup atas semua kesabaran dan sifat mengalah ini..
Berikanlah waktu untuk diri kita sendiri..
Ruang untuk dapat menyerap arti dibalik semua ini..
Dan biarkanlah semuanya mengalir apa adanya..
Kita tak harus selalu tegar menghadapi dunia ini..
Kita juga pantas untuk menangis..
Menangisi hidup yang memang diciptakan untuk diperjuangkan..
Berjuang menuju keabadian yang sesungguhnya..
Tapi tidak semua tempat didunia ini dapat menerima kita apa adanya..
Akhirnya kita pun mengalah, membatasi diri untuk dapat diterima oleh yang lain..
Melakukan hal yang mungkin tidak kita sukai..
Mengikuti setiap pembicaraan yang tidak semua kita mengerti..
Dan selalu berusaha untuk tampil sempurna..
Dan pada satu waktu, tiba saatnya untuk berkata cukup..
Cukup untuk semua hari dan waktu yang tidak pernah memihak..
Cukup atas semua kesabaran dan sifat mengalah ini..
Berikanlah waktu untuk diri kita sendiri..
Ruang untuk dapat menyerap arti dibalik semua ini..
Dan biarkanlah semuanya mengalir apa adanya..
Kita tak harus selalu tegar menghadapi dunia ini..
Kita juga pantas untuk menangis..
Menangisi hidup yang memang diciptakan untuk diperjuangkan..
Berjuang menuju keabadian yang sesungguhnya..
Senin, 19 Januari 2009
Seseorang yang merindukanku...
Dia mulai bertanya-tanya apa yg sedang aku lakukan...
Dia mulai melihat-lihat di dunia ku yang lain..
Dia mulai membicarakan semuanya ke arah yg lebih jauh..
Dia mulai mengikutsertakan orangtuanya..
Dia pasang mata, hati dan telinga hanya untukku..
Dia memberiku kasih, sayang dan cinta..
Dia memberiku rasa nyaman sehingga membuatku aman..
Dia ada disana dan aku tak perlu mencarinya..
Dia menyanyikan lagu untukku..(kangen-dewa19)
Dia mengajari ku untuk percaya..
Dia mengajariku arti rindu dan kehilangan..
Dia tetaplah dia.. dan aku akan menerimanya apa adanya..
Untuk kekasih
(nikmatilah saja rindu ini..keindahan itu telah mulai terlihat)
Dia mulai melihat-lihat di dunia ku yang lain..
Dia mulai membicarakan semuanya ke arah yg lebih jauh..
Dia mulai mengikutsertakan orangtuanya..
Dia pasang mata, hati dan telinga hanya untukku..
Dia memberiku kasih, sayang dan cinta..
Dia memberiku rasa nyaman sehingga membuatku aman..
Dia ada disana dan aku tak perlu mencarinya..
Dia menyanyikan lagu untukku..(kangen-dewa19)
Dia mengajari ku untuk percaya..
Dia mengajariku arti rindu dan kehilangan..
Dia tetaplah dia.. dan aku akan menerimanya apa adanya..
Untuk kekasih
(nikmatilah saja rindu ini..keindahan itu telah mulai terlihat)
Senin, 12 Januari 2009
Walau terpisah jarak dan waktu sahabat sejati pasti akan selalu ada saat kubutuhkan...
Aku menemukan mu sahabat sejati ku..
Setelah sekian lama absen dalam hidup ku..
Tapi saat penting n genting kamu selalu hadir..
Seharian ini kita hanya ngobrol..
Cerita tentang semua yg terlewat n belum sempat kita ceritakan satu sama lain..
Cerita kisahku..cerita kisahmu..
Betapa waktu dan jarak tidak membuat kita merasa jauh..
Thanks for my best fiend...
Makasih uda jadi pendengar yg baik hari ini..
Makasih uda jadi temanku..
Tetaplah selalu ada..
Karna aku pun kan tetap selalu ada untukmu..
Keep in touch friends..
Setelah sekian lama absen dalam hidup ku..
Tapi saat penting n genting kamu selalu hadir..
Seharian ini kita hanya ngobrol..
Cerita tentang semua yg terlewat n belum sempat kita ceritakan satu sama lain..
Cerita kisahku..cerita kisahmu..
Betapa waktu dan jarak tidak membuat kita merasa jauh..
Thanks for my best fiend...
Makasih uda jadi pendengar yg baik hari ini..
Makasih uda jadi temanku..
Tetaplah selalu ada..
Karna aku pun kan tetap selalu ada untukmu..
Keep in touch friends..
Minggu, 11 Januari 2009
Tahun baru = Resolusi baru
Kenapa setiap tahun baru orang akan bicara mengenai resolusi baru??
Kenapa tidak membiarkan hidup ini mengalir seperti apa adanya??
Apakah kalau seseorang tidak memiliki resolusi itu dianggap tidak memiliki motivasi untuk hidup??
Menurutku tidak juga, hak seseorang untuk memilih dalam hidupnya..
Karena hidup ini sebenarnya adalah pilihan untuk diri kita sendiri..
Apakah kita tetap ingin di zona aman atau ingin keluar dari zona aman itu sendiri..
Bagaimana kalau kita dihadapkan dengan hidup yang tanpa pilihan??
Mungkinkah itu terjadi??
Jika kita membuka pikiran ini tentu rasanya selalu ada pilihan untuk diri kita..
Tergantung bagaimana kita menyikapi hidup itu sendiri..
Dan bagaimana dengan diriku sendiri??
Masih belum memilih..
Aku masih membiarkan semuanya mengalir seperti apa adanya..
Tetapi hukum sebab akibat tentu saja masih berlaku dalam hidup ku dan dalam menentukan pilihan itu sendiri..
Satu hal yang tak kan pernah ku lupakan adalah menyerahkan semua pada akhirnya di tangan Tuhan..
Selayaknya manusia, aku hanya bisa berusaha dan berdoa..
Tapi aku percaya semua tak kan ada yang sia-sia..
Hidup semakin lama semakin berat..
Rasanya memang ingin kembali ke masa kecil dulu, dimana semua terasa tanpa beban..
Kedewasaan mengajari ku untuk siap dengan "kehilangan"..
Ya..kehilangan adalah satu hal yang paling aku takutkan saat ini..
Rasanya tak ada satu orang pun yang siap dengan situasi itu..
Dan aku berharap aku tak kehilangan apa pun di tahun ini..
Apakah ini resolusi tahun baru ku??
Entahlah..aku hanya mampu berdoa..
Kenapa tidak membiarkan hidup ini mengalir seperti apa adanya??
Apakah kalau seseorang tidak memiliki resolusi itu dianggap tidak memiliki motivasi untuk hidup??
Menurutku tidak juga, hak seseorang untuk memilih dalam hidupnya..
Karena hidup ini sebenarnya adalah pilihan untuk diri kita sendiri..
Apakah kita tetap ingin di zona aman atau ingin keluar dari zona aman itu sendiri..
Bagaimana kalau kita dihadapkan dengan hidup yang tanpa pilihan??
Mungkinkah itu terjadi??
Jika kita membuka pikiran ini tentu rasanya selalu ada pilihan untuk diri kita..
Tergantung bagaimana kita menyikapi hidup itu sendiri..
Dan bagaimana dengan diriku sendiri??
Masih belum memilih..
Aku masih membiarkan semuanya mengalir seperti apa adanya..
Tetapi hukum sebab akibat tentu saja masih berlaku dalam hidup ku dan dalam menentukan pilihan itu sendiri..
Satu hal yang tak kan pernah ku lupakan adalah menyerahkan semua pada akhirnya di tangan Tuhan..
Selayaknya manusia, aku hanya bisa berusaha dan berdoa..
Tapi aku percaya semua tak kan ada yang sia-sia..
Hidup semakin lama semakin berat..
Rasanya memang ingin kembali ke masa kecil dulu, dimana semua terasa tanpa beban..
Kedewasaan mengajari ku untuk siap dengan "kehilangan"..
Ya..kehilangan adalah satu hal yang paling aku takutkan saat ini..
Rasanya tak ada satu orang pun yang siap dengan situasi itu..
Dan aku berharap aku tak kehilangan apa pun di tahun ini..
Apakah ini resolusi tahun baru ku??
Entahlah..aku hanya mampu berdoa..
Sabtu, 10 Januari 2009
Teman dalam impian
Teman..
Aku memanggil nama mu malam ini..
Aku mengirimkan beberapa pesan yang tak tersampaikan di hp mu..
Apakah engkau tau??
Teman aku ingin bercerita tentang semua rahasia yang tersimpan..
Rahasia yang tak sempat ku ungkap seiring jarak dan waktu yang memisahkan kita..
Teman, dengarkanlah aku sekali ini saja..
Maaf jika dulu engkau merasa ku abaikan..
Aku menyesal tak mengatakan yang sesungguhnya kepada dirimu..
Sampai akhirnya engkau meninggalkan ku tanpa pesan..
Dan kini takdir mempertemukan kita kembali dalam suasana yang berbeda..
Dejavu itu ternyata benar-benar ada..
Apakah engkau percaya?? Aku percaya..
Apakah ini takdir?? Aku tidak tau, biarkanlah semua mengalir apa adanya..
Aku tak ingin merusak apa pun yang telah ada..
Tapi aku tak ingin merasakan perih yang sama berulang kali..
Teman.. lagi-lagi aku memanggil namamu..
Aku tak berharap untuk dimengerti..
Aku hanya ingin kau mendengar semua kejujuran ini..
Dan aku tak kan pergi, karena aku pun ingin mendengar semua rahasiamu yang tertinggal..
Teman.. mengapa engkau selalu muncul di saat yang tepat??
Dan mengapa kau ungkapkan satu hal yang ingin ku dengar dari mu??
Apakah engkau akan memberikan semua jawaban dari pertanyaanku??
Aku menanti dan terus menunggu jawaban itu..
Katakanlah yang sejujurnya.. Agar aku tak lagi bertanya..
Aku memanggil nama mu malam ini..
Aku mengirimkan beberapa pesan yang tak tersampaikan di hp mu..
Apakah engkau tau??
Teman aku ingin bercerita tentang semua rahasia yang tersimpan..
Rahasia yang tak sempat ku ungkap seiring jarak dan waktu yang memisahkan kita..
Teman, dengarkanlah aku sekali ini saja..
Maaf jika dulu engkau merasa ku abaikan..
Aku menyesal tak mengatakan yang sesungguhnya kepada dirimu..
Sampai akhirnya engkau meninggalkan ku tanpa pesan..
Dan kini takdir mempertemukan kita kembali dalam suasana yang berbeda..
Dejavu itu ternyata benar-benar ada..
Apakah engkau percaya?? Aku percaya..
Apakah ini takdir?? Aku tidak tau, biarkanlah semua mengalir apa adanya..
Aku tak ingin merusak apa pun yang telah ada..
Tapi aku tak ingin merasakan perih yang sama berulang kali..
Teman.. lagi-lagi aku memanggil namamu..
Aku tak berharap untuk dimengerti..
Aku hanya ingin kau mendengar semua kejujuran ini..
Dan aku tak kan pergi, karena aku pun ingin mendengar semua rahasiamu yang tertinggal..
Teman.. mengapa engkau selalu muncul di saat yang tepat??
Dan mengapa kau ungkapkan satu hal yang ingin ku dengar dari mu??
Apakah engkau akan memberikan semua jawaban dari pertanyaanku??
Aku menanti dan terus menunggu jawaban itu..
Katakanlah yang sejujurnya.. Agar aku tak lagi bertanya..
Langganan:
Postingan (Atom)
