Minggu, 31 Juli 2011

Dia itu siapa??

Aku pikir aku tlah mengenalnya dengan baik.
Ternyata tidak, banyak hal yg belum aku ketahui tentangnya.
Mengenalnya tidak semudah yang aku kira.
Semakin mengenalnya ternyata semakin membuatku takut dekat dengannya.
Karena makin lama jiwanya tak lagi tampak seindah dulu, tapi makin terlihat busuk dimataku.
Dan aku ingin berhenti mengenal pribadi buruk ini.
Dan aku menyesal mengenalnya terlalu jauh karna ternyata dia tak sebaik kukira.
Dan kini semuanya berubah..
Aku, dirinya, menjadi sulit.
Tapi entah knp aku masih saja membelanya dimata orang lain.
Tuhan, maafkan aku..hilangkan rasa ini. Jadikan aku lebih baik dari mereka.
Biarkan jiwaku menjadi pemenang kebaikan.

Sabtu, 19 Februari 2011

Mama...

Dear Mama..

Sampai hari ini aku masih belum mengerti mengapa kita selalu seperti ini??
Saat ku kecil, mama yg ku ingat hanyalah sesosok wanita yang keras & tak segan memukuli ku jika aku tak memenuhi keinginannya. Aku kecil hanya berlari ke sudut dinding memeluk dirinya sendiri yang kesakitan terluka, mungkin bukan luka fisik yang kutangisi tapi luka dihati yang tergores sedari dini. Yang ku tau hanya kedua tangan papa yang merengkuh & memelukku.. Aku kecil hanya tau kasih & sayang itu dari sepasang tangan papa.

Semakin aku besar, yang aku tau mama akan senang jika aku jadi juara kelas, lulus dengan nilai yang memuaskan & berhasil seperti yang diharapkannya. Jika tidak, maka mama yang ku kenal tak kan segan menghina diriku baik secara fisik maupun mental. Membuat luka-luka baru dihatiku. Sampai hari ini pun aku masih bertanya mengapa dulu mama sampai ingin memukul kepala kecilku dengan batu? Mengapa aku selalu dicap anak durhaka? Dan aku tak pernah menemukan jawabannya.

Aku hanya tau, kami hanya akan saling menyakiti. Dia tak pernah menghargai pendapatku, tapi berharap aku selalu menghargai pendapatnya. Aku tidak boleh protes dengan keputusannya, tapi dia berhak protes dengan keputusanku malah sampai menghina-hina keputusanku. Jika kami berselisih pendapat maka Ia akan mengeluarkan segala sumpah serapah & ancaman bahwa ia tak kan lagi menganggapku anaknya.

Saking seringnya aku mendengar sumpah serapah & ancaman yang diberikannya kepadaku membuatku bebal dan semakin tidak peduli. Aku dan semua yang telah kulalui membentukku bagai batu karang. Dan aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tak kan pernah berharap banyak kepada manusia sekalipun itu ibuku sendiri, aku akan berusaha semampuku berdiri diatas kedua kakiku ini. Jika aku tak sanggup lagi menahan semua beban ini, maka aku minta padaMu Tuhan segera jemput aku pulang.

Aku tidak pernah menyesal dengan apa yang telah kulalui, selama aku percaya Tuhan mendengar semua jeritku, rintihan tangisku ditiap sholatku, dikesendirian malamku, aku si anak durhaka memohon kasih sayangMU yang tak pernah kurasa sedari kecil.

Mama, aku berharap kau selalu senang bersamaku walau itu hanya sebatas mimpi, karena pada kenyataannya kita tak kan pernah bisa satu. Aku selalu salah dimata mu, hanya benar disaat aku dapat memenuhi keinginanmu, tapi kadang keinginan kita tak selalu sama, maka janganlah lagi engkau memaksaku seperti yang kau mau. Karena ini hidupku, biar aku memilihnya, dan aku pun sudah bersiap dengan segala resiko yang ada.

Inilah catatan hatiku tentang sosok mama yang ku kenal. Jika suatu hari aku tak lagi bernafas & aku tak sempat mengatakan jeritan hatiku ini kepada mama. Tolong siapa pun yang membaca tulisan ini, katakan pada mama bahwa aku kan selalu mencintainya walau dia selalu mengatakan bahwa aku anak durhaka & mendoakan yang buruk terjadi padaku.. Aku tetap mencintainya didalam hatiku...

Minggu, 13 Februari 2011

Sendiri...

hari ini 13 Feb 2011..besok katanya hari kasih sayang, tapi tidak ada yang istimewa bagiku. semuanya malah berjalan lebih buruk dari apa yang ku bayangkan. lelah plus perasaan sedih bergelayut dihati ini..membuat semuanya tak lagi indah.

dulu kita berpikir bahwa semua yang mengelilingi kita saat itu, pasti akan selalu ada buat kita, tapi seiring waktu berjalan kita sadar bahwa semuanya ada, hanya untuk sementara, dan kenyataanya kita hanya sendiri di muka bumi ini.

kesendirianku merupakan kekuatan tersendiri bagi diriku. dan tidak kusangkal bahwa kesendirianku membentuk watak yang keras bagi diriku. tapi aku berusaha tetap pada koridor yang seharusnya. namun kadang semuanya tak lagi dapat dikendalikan ketika aku merasa terlalu tertekan. bukan dari org lain, tapi dari org-org yang kupercaya.

dan aku semakin yakin bahwa aku sendiri. sendiri dalam arti yang sebenarnya, karena orang-orang yang ada disekitarku kala itu hanya semu. indah pada saat itu saja, tapi pahit pada saat diharapkan. aku bisa saja berpikir pendek dan mengakhiri semuanya, tapi Engkau selalu datang menghalangiku. datang dari padaMu sendiri & kembali lagi padaMU sendiri. aku sendiri. dan aku tak hina akan hal itu..